Tegas!!! Pemerintah RI Tolak Campur Tangan Asing Pada Insiden Dogiyai

Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah – Pemerintah Indonesia melalui otoritas terkait memberikan respons tegas atas pernyataan Pemimpin Oposisi Kepulauan Solomon, Matthew Wale, terkait insiden keamanan di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah. Otoritas RI menegaskan bahwa tindakan aparat di lapangan merupakan upaya penegakan hukum dan perlindungan objek vital nasioanal, bukan bentuk penindasan sebagaimana yang dituduhkan.

Sebelumnya, Matthew Wale mengeluarkan pernyataan yang mendesak adanya aksi regional Melanesia untuk menyoroti tewasnya warga sipil dalam kerusuhan di Moanemani pada 31 Maret 2026. Menanggapi hal tersebut, pihak otoritas RI menilai pernyataan Wale tersebut bersifat tendensius karena tidak melihat kronologi peristiwa kejadian dilapangan secara utuh.

Insiden berdarah di Distrik Kamuu bermula dari aksi pembacokan brutal oleh orang tak dikenal (OTK) yang menewaskan anggota Satbinmas Polres Dogiyai, Bripda Juventus Edowai. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dekat Gereja Ebenhaezer saat sedang menjalankan tugas pelayanan masyarakat.

Baca Juga :  Danpusterad Pimpin Upacara Pembukaan Pembekalan Danrem Tipe A Dan Tipe B Serta Pendidikan Dandim Tipe A Dan Tipe B TA 2026