“Bela negara bukanlah sekadar slogan, melainkan panggilan nurani dan tanggung jawab seluruh warga negara, sesuai peran dan profesinya masing-masing. Pada era yang serba cepat ini, tantangan bela negara tidak hanya datang dalam bentuk ancaman fisik, tetapi juga hadir dalam bentuk perang informasi, disinformasi, polarisasi, serta upaya memecah belah persatuan melalui ruang digital yang luas,” ungkap Kapuspen TNI.
Lebih lanjut Kapuspen TNI menegaskan bahwa kemitraan TNI dengan media merupakan kebutuhan strategis untuk membangun komunikasi publik yang akurat dan memperkuat kepercayaan masyarakat. Penghargaan Pena Emas dinilai sebagai simbol pengakuan atas daya juang pena dan kata-kata yang mampu memberikan semangat kebangsaan. “Setiap karya jurnalistik yang memberi ruang bagi suara rakyat dan mengedepankan kebenaran, pada hakikatnya merupakan bagian dari bela negara. Karena itu, kegiatan apresiasi seperti ini patut kita dukung bersama,” tukasnya.
Kapuspen TNI juga menegaskan bahwa komitmen TNI untuk terus menjunjung tinggi prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas informasi publik, sekaligus memperkuat sinergi yang konstruktif dengan insan pers sebagai mitra strategis dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
