Eddy juga mengungkapkan, selain radikalisme, peningkatan kriminalitas remaja dan menjadi perhatian juga maraknya judi online, tawuran, hingga penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar.
“Data kami menunjukkan, dari 900 pelaku yang diamankan pada akhir Agustus lalu, hampir separuhnya adalah pelajar SMP dan SMA. Ini menunjukkan pentingnya peran bersama untuk membentengi generasi muda,” tandasnya.
Ketua Panitia Diklat, O.D.J. Halley, menekankan bahwa Diklat ini bertujuan menanamkan lima unsur dasar bela negara, mulai dari cinta tanah air hingga kemampuan awal bela negara, baik fisik maupun non-fisik.
Ketua FPK Jawa Timur, H.R. Mohammad Ali Zaini, menegaskan bahwa makna bela negara tidak semata terkait aspek militer, tetapi juga tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Bela negara adalah sikap, tekad, dan tindakan warga yang dijiwai kecintaan kepada tanah air untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Wujudnya bisa dalam bentuk sederhana, seperti taat aturan, menjaga budaya, hingga berkontribusi dalam pendidikan dan inovasi,” terang Ali Zaini.
