Eddy Supriyanto selaku Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jawa Timur, menyampaikan kondisi aktual terkait ancaman radikalisme yang masih menjadi sorotan serius pemerintah pusat.
“Jawa Timur termasuk dalam tiga provinsi yang mendapat perhatian khusus dari BNPT dan Densus 88, bersama Jawa Barat dan Sulawesi Selatan. Ada enam daerah menjadi fokus, yakni Surabaya, Sidoarjo, Probolinggo, Lamongan, Malang, dan Magetan. Kini penyebarannya juga mulai merambah ke Banyuwangi, Jember, dan Madura,” ungkap Eddy.
Lebih lanjut Eddy memaparkan data terbaru mengenai paparan paham radikal terhadap anak-anak di Indonesia. Tercatat 110 anak telah terpengaruh paham radikal, dan 10 di antaranya berasal dari Jawa Timur. Sebagian besar masih berstatus siswa SMP, yang terpapar melalui konten bermuatan radikal di media sosial.
“Kebanyakan orang tua tidak menyadari anaknya sudah terpapar. Anak-anak ini terpengaruh melalui media sosial, sementara orang tuanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Karena itu, penting bagi kita semua untuk lebih mengawasi penggunaan media digital di kalangan remaja,” tuturnya.
