Hanie menilai dinamika diskusi tersebut justru menjadi pengalaman pembelajaran yang sangat berarti.
“Pertanyaan-pertanyaan tajam dan menjadi bahan masukan yang bisa dipertimbangkan untuk penelitian lanjutan mereka. Ini kesempatan bagus untuk dapat melihat bagaimana karya mereka dipandang oleh komunitas akademik yang lebih luas,” ungkapnya.
Konferensi yang berlangsung pada 03–04 Desember 2025 itu membawa tema Resilient Infrastructure for Sustainable Development: Innovations and Challenges in Civil Engineering. Acara ini menjadi ruang pertukaran ide, penelitian, dan inovasi teknik sipil dari hasil peneliti pascasarjana berbagai negara.
Dari 11 mahasiswa tersebut, tujuh orang tampil sebagai pemakalah dan bertugas mempresentasikan hasil penelitian Tesis melalui Parallel Session secara Daring. Empat pemakalah lainnya hadir secara Luring di Bandung. Sementara seorang Dosen berstatus peserta non-pemakalah, karena agenda konferensi diperuntukkan khusus bagi Mahasiswa Pascasarjana.
Seluruh kehadiran Mahasiswa dan Dosen pendamping tercantum dalam surat tugas resmi Fakultas Teknik Untag Surabaya bernomor 959/K/FT/XI/2025.
