Lebih lanjut Danrem menegaskan bahwa bulan suci Ramadhan harus dimaknai sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan, sekaligus memperkuat karakter dan jati diri prajurit TNI dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Ramadhan bukan sekedar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana melatih kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, serta menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut diharapkan diwujudkan dalam sikap dan perilaku prajurit, baik dalam kedinasan maupun kehidupan bermasyarakat”. Ungkap Danrem.
Danrem juga mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup serta meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan utama. Keteguhan, kejujuran, amanah, dan kasih sayang Rasulullah SAW, merupakan fondasi dalam membentuk prajurit yang berintegritas dan profesional.
“Dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW, kita akan mampu menjadi prajurit yang membawa manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” tandasnya.
