Drum komposter dirancang dengan pendekatan sederhana. Bahan utamanya berupa drum plastik bekas yang dimodifikasi dengan sistem Aerasi melalui lubang-lubang udara. Pada bagian bawah dipasang keran untuk memanen pupuk organik cair (POC). Dengan sistem ini, limbah dapur dan sisa makanan tidak lagi menumpuk dan menimbulkan bau, melainkan terurai menjadi kompos padat dan cair yang bernilai.
Model ini dinilai cocok untuk kawasan permukiman padat atau warga perkotaan yang tidak memiliki lahan luas. Selain mengurangi beban sampah ke TPA, penggunaan komposter juga berkontribusi menekan emisi gas Metana yang umumnya dihasilkan dari penumpukan sampah organik.
Jika ini diterapkan secara konsisten, dampaknya diperkirakan signifikan. Satu RT yang mengadopsi metode ini dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA Banjarsari secara bertahap.
Saat ini, sosialisasi dan pendampingan masih berpusat di lingkungan sekolah. Namun, pengunjung TPA Banjarsari juga diberi kesempatan untuk belajar merakit drum komposter secara langsung. Pemerintah daerah berharap inovasi ini berkembang menjadi gerakan kolektif di masyarakat.
