Kualitas Makan Siang Bergizi MBG Di Tuban Dipertanyakan

Kabupaten Tuban, Jatim – Program Makan Siang Bergizi (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya kunci untuk mendorong kecerdasan dan kesejahteraan generasi muda, tercoreng oleh kejadian yang mengkhawatirkan di Tuban. Kendala yang muncul di tingkat lapangan membuat tujuan program ini terasa jauh dari realitas.

Kesenjangan yang luas antara kebijakan pemerintah pusat yang diumumkan dengan pelaksanaan di lapangan telah menimbulkan keputusasaan di kalangan wali murid. Pertanyaan pun muncul : apakah program MBG yang dirancang untuk meningkatkan kecerdasan anak bangsa benar-benar akan mencapai tujuannya?

Kejadian ini menjadi sorotan di Lembaga Pendidikan Islam “AL-AMIN” yang berada di Desa Mojomalang, Kecamatan Parengan. Tempat pendidikan ini diduga menjadi titik awal munculnya keluhan yang kemudian berkembang menjadi sorotan terkait kualitas makanan yang disajikan.

Baca Juga :  Diknas OKU Dukung Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Bahasa Inggris Tingkat SD

Wali murid mengungkapkan bahwa menu MBG yang diberikan kepada murid tidak memenuhi standar gizi yang ditetapkan. Hari ini saja, anak-anak hanya menerima nasi putih, satu potong tempe, potongan daging yang sangat kecil dan tipis, tiga potong kacang panjang serta wortel, dan satu buah pisang. “Saya merasa sangat kecewa, seolah-olah program ini cuma sekadar formalitas,” ungkap salah satu wali murid yang tidak mau disebutkan namanya.