Pemerintah Kabupaten Muara Enim telah mengalokasikan 30 persen anggaran untuk kesehatan, termasuk penanganan stunting dan merupakan yang tertinggi di Sumatera Selatan.
“Stunting bukan sekadar soal tinggi dan berat badan anak, tetapi menyangkut masa depan dan produktivitas generasi bangsa,” ujar Staf Ahli Bupati Muara Enim, Juli Jumantan Nuri.
Di sisi lain, Kepala Puskesmas Tanjung Agung, Amrullah, juga mengapresiasi PLN yang telah memilih wilayahnya sebagai lokasi program Srikandi Care. Menurutnya, upaya penurunan angka Stunting telah menunjukkan kemajuan signifikan, terlebih dengan penggunaan inovasi ADU GUNTING (Aksi Terpadu Penanggulangan Stunting) di Puskesmas Tanjung Agung dalam menurunkan angka Stunting
“Pada 2023, terdapat 150 anak stunting. Alhamdulillah, tahun ini jumlahnya sudah menurun menjadi 68 anak. Harapannya, selain melalui program ADU GUNTING, melalui bantuan program Srikandi Care, angka tersebut dapat terus ditekan,” tuturnya.
Wakil Srikandi Champion PLN UID S2JB, MA Hamdatul Rovikoh, menegaskan komitmen PLN untuk terus hadir dalam program pemberdayaan sosial.
