Selain logistik kebutuhan dasar, TNI AD juga mengirim peralatan evakuasi dan pemulihan seperti excavator, buldozer, serta berbagai perlengkapan operasional yang diperlukan di lapangan.
Menanggapi anggapan bahwa TNI lambat dalam membantu penanganan bencana, Kasad menegaskan bahwa TNI bergerak cepat setelah menerima perintah dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut perhatian Presiden terhadap percepatan penanganan bencana sangat besar, termasuk rencana pengerahan sekitar 20 helikopter untuk operasi kemanusiaan.
Sebelum pelepasan kapal, Kasad dan Pejabat Utama Mabesad menerima paparan dari Asisten Operasi Kasad Mayjen TNI Aminton Manurung terkait mekanisme pengiriman serta manifest barang yang diberangkatkan.
Selain bantuan logistik, TNI AD mengerahkan satuan Zeni, Kesehatan, Bekang, serta personel dari Kodam I/BB, Kodam IM, dan Kodam XVIII/Tuanku Imam Bonjol untuk membuka akses terputus, membantu evakuasi, memberikan layanan kesehatan, dan menyiapkan dapur lapangan.
Kasad juga menyampaikan duka cita atas berjatuhannya korban dan kerusakan yang terjadi, serta memastikan TNI AD terus memperkuat koordinasi dengan BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah dalam penanganan darurat.
